Pembangunan Pendidikan yang Unik di Indonesia?

          Apa kamu pernah merasa bosan atau capek saat belajar? Atau kamu merasa nggak mau belajar karena waktu dan situasi yang kurang mendukung? Kalau kamu pernah merasa di kondisi seperti ini, coba mulai bangun lagi semangat belajarmu ya. Kenapa? Karena sampai saat ini masih banyak anak-anak yang kesulitan dalam mengakses pendidikan, lho! Akibatnya, mereka yang tinggal di daerah terpencil dan kesulitan mengakses materi sekolah menjadi lebih rentan buta pelajaran, bahkan buta huruf.

Pembangunan pendidikan di Indonesia untuk menjadi solusi dari hal ini? 



1. Program SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Terdepan dan Terluar)

seorang-guru-mengajar-dua-kelas-sekaligus-di-_131127191414-858

Suasana belajar di sekolah pedalaman Papua (Sumber: republika.co.id)
Program SM3T merupakan program mengajar di daerah-daerah khusus yang diusung oleh kerjasama antara Kemendikbud dan Kemenristekdikti. Dengan tagline, “Maju Bersama Mencerdaskan Bangsa”, SM3T bertujuan untuk menjawab permasalahan kurangnya tenaga pendidik berkualitas di daerah 3T. Syarat untuk mengikuti program ini di antaranya, harus bergelar Sarjana Kependidikan dari perguruan tinggi yang minimal berakreditasi B, berusia 27 tahun per Desember di tahun mendaftar, belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama program, serta belum pernah mengikuti program SM3T sebelumnya. 
Bagi yang masih ingin mengajar di daerah-daerah khusus tapi sudah pernah mengikuti program SM3T, maka bisa mendaftar program Guru Garis Depan (GGD), lho!

2. Program Guru Garis Depan (GGD) 

      Program Guru Garis depan (GGD) merupakan program pendidikan yang pertama kali dimulai pada tahun 2014. GGD bertujuan untuk mengirimkan pendidik berkualitas ke berbagai pelosok-pelosok negeri yang masih kekurangan tenaga pendidik. Untuk mengikuti program ini, kalian harus memiliki sertifikat pendidik atau bergelar “Gr” (guru professional). Tapi, program ini hanya dapat diikuti oleh sarjana yang pernah mengikuti SM3T, Squad, karena GGD merupakan lanjutan dari SM3T. Para pendidik yang diterima dalam program ini akan menyandang status CPNS dan dikenakan kontrak selama 10 tahun untuk mengabdi di daerah yang sudah ditentukan. Tugas yang diberikan untuk mereka juga tidak tanggung-tanggung, yaitu untuk mewujudkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045 nanti, nih. Wah, benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa ya! 

3. Komunitas Jendela

          Komunitas Jendela merupakan sebuah komunitas yang berkecimpung dalam pendidikan anak dan remaja. Komunitas ini didirikan oleh sekumpulan anak muda Yogyakarta pada tanggal 12 Maret 2011. Tidak hanya fokus pada sisi akademis, komunitas ini juga fokus terhadap sisi non-akademis, lho! Kehadirannya diharapkan mampu untuk Komunitas Jendela sudah memiliki beberapa cabang, di antaranya, Jendela Jakarta, Jendela Yogyakarta, Jendela Bandung, Jendela Lampung, Jendela Malang, Jendela Lampung, dan Jendela Bengkalis. Kalau kalian ingin membantu tapi belum bisa turun langsung dalam kegiatan belajar mengajar, jangan sedih, Squad! Karena kalian bisa membantu dalam bentuk lain, bisa berupa ide, uang, buku, alat musik, atau apapun lainnya. Bahkan kalau kalian saat ini baru mampu untuk berbagi info ke teman-teman kalian tentang komunitas ini, it’s definitely okay. 

4. 1000 Guru

        Berawal dari animo masyarakat twitter yang ingin terjun langsung dalam kegiatan belajar mengajar, 1000 Guru pertama kali melakukan kegiatannya di Muncang, Banten. Saat ini, 1000 Guru berada di 36 regional dengan total guru sekitar 1000 guru. Program yang dicetuskan ada banyak, Squad. Di antaranya, Travelling and Teaching (T&T), Free Medical Camp, Teaching and Giving, dan Smart Center. T&T memungkinkan kalian untuk berlibur sekaligus mengajar, Squad! Wah, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, nih. T&T diadakan setiap bulan, selama 3 hari (Jumat-Minggu. Di sekitar lokasi T&T, umumnya diadakan Free Medical Camp, yaitu kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diadakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan. Untuk jangka panjang, program Teaching and Giving diadakan selama 1 tahun dengan pemberian bantuan makanan bergizi. Seru, ya!

5. Indonesia Mengajar (IM)

            Berangkat dari gagasan bahwa kualitas guru dasar menempati posisi bawah dibanding jenjang lain, IM memfokuskan pendidikannya pada sekolah dasar, karena sekolah dasar merupakan tahapan awal yang penting untuk menentukan perkembangan seseorang. IM terbentuk dari inisiatif masyarakat yang berani memajukan pedidikan mulai dari pelosok Indonesia. Kegiatan IM dilakukan selama minimal 1 tahun untuk setiap daerahnya. Selain itu, IM juga membuka program baru, yaitu Indonesia Menyala yang lebih fokus pada penyebaran buku di daerah-daerah khusus. 

6. Akademi Berbagi

      Didirikan oleh Ainun Chomsun, Akademi Berbagi lahir karena sulitnya menemukan tempat di mana bisa belajar dengan mudah dan tidak perlu membayar mahal. Akademi Berbagi, melalui platform online dan offline, menjadi ruang untuk mengembangkan diri menjadi manusia berkualitas dengan prinsip 7C, yaitu commitment, consistency, contribute, co-create, colaborate, change, dan care. Tujuh komponen tersebut merupakan penentu dalam kualitas seseorang. 

Komentar